Sertifikasi Khotib adalah Blunder Pemerintah



Wacana akan adanya sertifikasi khotib di negeri ini, sepertinya sudah menghangat dan bergulir bagai bola salju. Opininya semakin membesar dan membesar. Jika tidak segera dihentikan maka akan ada korban yang tertimpa bola saljunya.

Korban yang jelas-jelas akan tertimpa bola saljunya adalah pemerintah sendiri. Menggulirkan opini sertifikasi khotib dan da'i artinya blunder bagi pemerintah itu sendiri.

Pemerintah mengira dengan melakukan kebijakan sertifikasi khotib dan da'i maka negeri ini akan kuat sebagaimana alasan pemerintah? Tidak. Posisi pemerintah bahkan dalam posisi yang rawan karena mencoba mengebiri dakwah yang seharusnya berjalan alamiah.

Kami jelas mengkritik kepada kebijakan pemerintah yang akan mewacanakan sertifikasi khotib dan da'i di negeri ini. Pertama, hal tersebut tidak sesuai prinsip Sekulerisme yang dianut negeri ini. Jika ingin Sekuler, maka tinggalkanlah urusan agama pada masing-masing agama. Pemerintah tidak boleh ikut campur. Bukankah begitu seharusnya sebuah negara Sekuler berjalan?

Jika pemerintah ingin ikut campur, maka campurkanlah seluruh pengaturan agama ke pemerintahan dan tinggalkanlah demokrasi-sekuler. dan jelas hal semacam ini tidak akan dilakukan oleh pemerintah. Karena negeri ini tidak jelas, tidak mau dianggap Sekuler, dan tidak mau dianggap Islami juga.

Kedua, sertifikasi khotib dan da'i ini jelas bukan dalam rangka memperkuat pertahanan negara, ini untuk mengebiri para da'i yang selama ini melakukan kritik terhadap pemerintah. Jika ingin melakukan pertahanan negara, maka lakukanlah latihan militer. Bukan sertifikasi khotib dan da'i. 

Ketiga, melakukan sertifikasi da'i artinya akan menciptakan pemerintahan anti kritik. Menciptakan pemerintahan anti kritik artinya menciptakan motivasi baru bagi rakyat untuk tidak semakin tunduk kepada pemerintah. Rakyat akan sadar bahwa pemerintahan perlu pengaturan yang baru. Pemerintah saat ini tak ubahnya seperti pemerintahan zaman Orde Baru. Rakyat pasti tidak akan keberatan untuk melakukan reformasi, bahkan revolusi sekali lagi.

Jadi, jika pemerintah benar-benar ingin hancur, maka silakan lanjutkanlah sertifikasi khotib dan da'i ini. Ini hanyalah saran, bukan termasuk ujaran kebencian. (admin)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama